158 views

Ada Apa Dengan 100 Ekor Kambing Desa Cibening ?

Bogor | newskabarnegeri.com

Kepala Seksi Pemerintahan Desa Cibening, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor Eeng, membenarkan adanya pembelian 100 ekor Kambing menggunakan Anggaran Bonus Produksi PT Star Energy Geothermal sebesar Rp. 120 juta, namun saat ini 100 ekor Kambing tersebut diurus oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD). “Kebetulan Ketua BPD punya kandang kosong, banyak lagi, bukan satu lokal,” katanya.

Eeng juga membenarkan bahwa rencana awal 100 ekor Kambing tersebut akan di berikan kepada masyarakat yang setiap RW mendapatkan 10 ekor, namun karena para RW kurang respon mungkin karena pembagian hasil antara Ketua BPD dan para Ketua RW.

Baca Juga :  Cikarawang Gelar Sertijab Kepala Desa

Sementara itu Eman, selaku Sekretaris Desa menerangkan bahwa saat ini 100 ekor Kambing tersebut masuk dalam Unit usaha BUMDes, namun memang awalnya direncanakn untuk Kelompok tani tapi setelah pengkajian ternyata seharusnya itu masuk dalam Unit Usaha Peternakan BUMDes.



“Di RAB awal tahun 2018 kita belum punya BUMDes, dapat teguran dari Kabupaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk segera membentuk BUMDes,” kata Eman.

Baca Juga :  3 Manfaat Film Dramaga Movie

Eman juga membenarkan bahwa Kambing-kambing tersebut dikelola oleh Ketua BPD karena Kapasitas Ketua BPD menurutnya ada di unit peternakan di BUMDes.”kalo untuk pendanaan pemeliharaan kambing saya tidak tahu dari mana dananya, yang jelas kita pembelian Kambing,” katanya.

“Dana untuk pembelian Kambing tersebut dari Desa diserahkan secara tunai kepada Budi Harianto, tidak masuk dulu ke Rekening BUMDes, dirinya pada saat itu mewakili Kelompok Petani (Poktan), orangnya memang Ketua BPD tapi yang saya alokasikan pada saat itu lebih kepada Poktannya,” tutur Eman.

Baca Juga :  Wawar Dramaga Ingatkan Warga Putus Pandemi Covid-19

Di Desa Cibening sendiri ada 13 Poktan, pihak Desa Cibening pada saat itu memilih Poktan milik Budi karena memeng harus sesuai perencanaan, dirinya juga tidak mengetahui terkait hal tersebut karena saat itu Pejebat Sementara Kepala Desa yang merealisaiskan.

“Saya selaku Sekretaris Desa lebih kepada perencanaan, jadi harus sesuai gak mungkin saya beri ke yang lain, kebijakan ada di Kepala Desa,” terangnya.

Reporter : Heri
Editor : Randi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *