302 views

Puluhan Wartawan Dampingi Hero & Dody Penuhi Panggilan Polresta Bogor

Bogor | newskabarnegeri.com

Senin (9/12/2019) tepatnya Pukul 13.00 WIB Puluhan Wartawan dari berbagai Media juga Organisasi mendampingi Hero Akbar dan Dody Kurniawan memenuhi Undangan Polresta Bogor Kota, keduanya yang merupakan Pimpinan dan Wakil Pimpinan Redaksi kupasmerdeka.com memenuhi panggilan berdasarkan surat Kepolisian bernomor: B/2807/XI/RES.2.5/2019/Sat.Reskrim tertanggal 25 November 2019 dan B/3004/XII/RES.2.5/2019/Sat.Reskrim tertanggal 5 Desember 2019.

Undangan tersebut dilayangkan atas laporan CV. Ananda Azka Perkasa terkait pemberitaan di Media kupasmerdeka.com dengan judul ‘Proyek Miliaran Pemkot Bogor Diduga Kuat Dimenangkan Perusahaan Beralamat Fiktif‘ dan ‘Pemkot Bogor Dan Aparat Diminta Periksa Pemenang Lelang Proyek Beralamat Fiktif, Hentikan Proyek Yang Berjalan‘.

Baca Juga :  Meriahkan HUT RI Ke 73, Desa Kalongsawah Kec. Jasinga Gelar Marhaba

“Undangan klarifikasi ini yang berdasarkan laporan, Fajar Kurniawan sebagai direktur CV. Ananda Azka Perkasa. Isi laporannya, dia merasa tidak senang diberitakan oleh saudara Dody wartawan kupasmerdeka,” kata Hero Akbar usai memenuhi undangan Polresta Bogor Kota.

Hero juga menuturkan akan melakukan langkah hukum dengan melaporkan balik CV. Ananda Azka Perkasa, dengan tuduhan serupa. Disamping itu Hero Akbar juga menjelaskan, hal ini berawal saat kupasmerdeka.com menayangkan pemberitaan yang menurut keterangan Dody sebagai penulis mengaku telah mengkonfirmasi dan mengklarifikasi, juga telah menelusuri dan mendapat bukti bahwa alamat perusahaan yang mengerjakan proyek pemerintah itu fiktif.

Baca Juga :  TeRuCi & Virgo Gelar Bukber Yatim Yayasan Satu Benih

Disamping itu Ruby Palahadi.SH selaku kuasa hukum menerangkan bahwa, untuk sebuah kasus yang dialami oleh wartawan itu merupakan kewenangan Dewan Pers, dan pihak kepolisian tidak dapat memproses wartawan.

“Yang harus dilakukan itu, seharusnya si pelapor melakukan pelaporan kasus ini ke Dewan Pers dan bukan ke pihak kepolisian sesuai dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, hal ini seharusnya tidak terjadi mengingat kasus ini merupakan murni pemberitaan temuan dilapangan oleh Si Pewarta,” tutur Ruby.

Baca Juga :  Diduga Maraknya Penguna Arus Listrik Ala Spayol, P2TL Turun Gunung

Reporter : Heri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *