26 views

Presiden Joko Widodo : Saya Ingatkan, Jangan Menggigit Orang Yang Benar

Bogor | newskabarnegeri.com

Presiden Joko Widodo sekali lagi meminta kepada aparat penegak hukum untuk menegakkan dan memberikan kepastian hukum yang meminta mestinya. Kepala Negara juga mempertanyakan penegakan hukum yang tidak boleh membuat pihak-pihak yang ingin mengeluarkan kebijakan dan berinovasi demi kemajuan bangsa.

Hal yang disampaikan Presiden saat menyampaikan sambutan dalam Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 13 November 2019.

“Saya ingatkan (untuk para penegak hukum), jangan menggigit orang yang benar. Kalau yang salah tolong digigit. Tapi, yang benar jangan sampai digigit dan jangan pura pura pura gigit, “jelas Presiden.



Ia juga mendukung, kebijakan-kebijakan yang juga dilakukan para pemangku kepentingan untuk mendukung dan mendukung agenda strategis yang harus didukung dan tidak dicari-cari yang bermasalah memang perlu dilakukan tanpa ada niatan yang menganjurkan hukum.

Baca Juga :  Peringatan HUT RI Ala Penggalang & Penegak Pramuka

“Jangan pernah menggigit pejabat atau penasihat bisnis yang sedang berinovasi untuk kemajuan negara ini. Tugas saudara-saudara adalah menggandakan dukungan yang memiliki komitmen buruk untuk agenda-agenda besar strategis bangsa kita,” tambah Kepala Negara.

Meskipun demikian, dalam prosesnya, Presiden meminta penegak hukum untuk mengawal dan meminta para pengambil keputusan sejak awal pelaksanaan pekerjaan. Kepala Negara mengambil alih kesalahan yang telah dilakukan pada awal pelaksanaan kemudian didiamkan dan baru diusut saat pengerjaan selesai.

Menurutnya, banyak proses penegakan hukum yang terjadi dengan pola yang terlihat itu. Presiden mengatakan itu pola pikir mesti segera dibenahi.

Baca Juga :  Bupati Bogor : Rasanya Saya Tidak Ingkar Janji

“Jelas-jelas itu sudah keliru sejak awal, berhasilkan dong. Jangan ditunggu sampai terus dikerjakan. Setelah rampung baru ditebas. Enggak bisa seperti ini. Harus kita akhiri seperti ini,” imbuh Presiden Joko Widodo.

Presiden juga mengungkapkan, ia banyak menerima laporan tentang oknum penegak hukum yang bermain-utama dengan kepemimpinannya dengan memeras birokrat yang berinovasi dan mengeluarkan kebijakan untuk kemajuan bangsa. Ia langsung menerima Kapolri, Jaksa Agung, dan pihak terkait lainnya untuk langsung mencopot para penegak hukum dengan mental seperti itu.

“Saya juga tidak akan memberikan persetujuan kepada petugas hukum yang bekerja hanya menakut-nakuti dan mengganti inovasi, yang bekerja menentang menentang birokrat dan pejabat,” tambah Presiden.

Baca Juga :  Wida Winingsih : Kita Berharap Kedepan Tidak Ngintil Terus Sama Dinas

Selain itu, Presiden meminta TNI dan Polri dan para penegak hukum untuk meminta kewibawaan. Ia meminta agar kewibawaan dimanfaatkan untuk mendukung agenda besar bangsa Indonesia.

“Cipta lapangan kerja itu agenda besar bangsa kita. Meningkatkan ekspor dan menurunkan impor juga agenda besar bangsa kita. Jangan pernah ada yang bermain-main di daerah ini. Aku sudah mau-mau, kalau di daerah ini masih ada yang mau main-main, akan saya gigit sendiri, “tandas Presiden Joko Widodo, seperti dilansir dari pers pers Biro, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini.

Sumber : Humas Kemensetneg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *