55 views

Pesantren Riyadul Hasanan Dilahap Api

Bogor, Kabar Negeri

Minggu (15/09/2019) Pukul 21.40 WIB, Api melahap bangunan pesantren Riyadul Hasanan yang terletak di Kp Cihideng Kecil RT.03/RW.04 Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Awal kejadian saat para santri sedang dalam kegiatan sedekah haul di rumah tetangga sekitaran Pesantren Riyadul Hasanah, sehingga ruangan kosong tidak berpenghuni.

Nasrudin (17) warga sekitar juga salah satu santri yang pertama melihat adanya titik api dari kejauhan yang sudah menyala besar berada di lantai 2, api cepat merembet karena bahan bangunan terbuat dari matrial kayu dan bilik bambu.



“Saya lagi tahlilan di sana, kan dekat ya dengan kobong pas lagi pada ngopi, tiba tibat lihat api sudah ada di atas lantai 2, api sudah gede aja, karna kan dari bilik ya, saya lihatnya dari jauh pa, saya langsung teriak teriak,minta tolong ke warga,” terang Nafrudin

Baca Juga :  Keluarga AY, Tuntut Keadilan

Api dapat di padamkan total ,1 jam setelah 1 unit Mobil Damkar menyiramkan air ke titik api di bantu para warga. Herdi komandan Regu Sektor Ciomas dan Dramaga menjelaskan atas laporan warga setempat dan langsung bertindak melucur.

“Alhamdulilah api dapat di tangani dan sudah di padamkan, menurut info warga setempat sementara api diduga dari konsleting listrik, tidak ada korban jiwa, kami menurunkan 3 mobil dinas kebakaran yang masing masing 1 unit dari sektor Ciomas, Parung dan Lewiliang, sekarang lagi TKA pendinginan, dan saya sudah diizinkan balik kanan ke sektor masing-masing, saya berharap agar lebih hati-hati dan supaya mengganti kabel yang sudah tidak layak,” kata Herdi.

Pihak pimpinan pesantren Ustad Halimi (45) pada saat di temui wartawan newskabarnegeri.com, di kediamannya menceritakan dirinya sedang di lantai bawah dan tidak mengetahui adanya nyala api di lantai dua tempat para santri istirahat. “Awal mula nya saya ga tau,anak2 aja pada lari, saya ga tau, saya lagi di bawah, kerugian kurang lebih seratus juta lah untuk bangunan,” kata ustad Halimi sigkat.

Baca Juga :  Dinsos DKI Apresiasi Wisudanya Disabilitas Intelektual di IPB

Sementar Kades Neglasari Yayan Mulyana yang datang kelokasi kejadian saat di wawancara, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Saya mendapat laporan dari Linmas Danlinmas Edi, tadi sekitar setengah jam kebelakang, dapat kabar langsung aja kesini, mungkin untuk sementara kegiatan ajar mengajar rehat dulu ya karna masih pada shok ya,” kata Yayan Mulyana.

Dengan kejadian ini kepala Desa Neglasari berharap agar masyarakat lebih hati hati terhadap api, “saya menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan berhati hati aja lah, jangan sampai lupa memadamkan api di kompor, terutama setelah ngecarger hp ya, kalo selesai di cabut aja,” tutup Kades Neglasari.

Baca Juga :  Kemeriahan Maulid Nabi di Kp. Cikupa Situ Daun

Dari segi ke aman dan ketertiban Kapolsek Dramaga AKP Budi berharap agar masyarakat lebih extra hati-hati dan lebih memperhatikan matrial alat listrik yang sudah tidak layak. “Tadi sekitar jam 22 dapat kabar dari Babinmas Desa Neglasari Heri.

Saya sudah pulang kerumah dan dapat kabar langsung telep pemadam dan meluncur kesini, Ya lebih di pahami lagi, dimusim kemarau ini, karna bencana kebakaran yang makin rentan, Jadi sebelum meninggalkan tempat harus di cek betul bagai mana kompor di matikan, terutama alat listrik, yang tidak perlu agar di cabut dari stop kontaknya dan yang tidak layak agar di ganti,” kata Pak Budi.(Asep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *