691 views

EDC Cash Dorong Indonesia Masuk Era Cryptocurrency

Jakarta, Kabar Negeri

Pemain mata uang krypto atau Cryptocurrency termasuk Bitcoin di Indonesia kini meluncurkan aplikasi E-Dinar Coin (EDC) Cash, untuk memudahkan komunitas Bitcoin di tanah air dalam mengelola aset uang digitalnya. CEO EDC Cash, Abdulrahman Yusuf, mengatakan bahwa aplikasi ini merupakan sebuah platform aman untuk menambang aset digital berbentuk koin dengan nama EDC Blockchain dan hingga saat ini EDC Blockchain telah beroperasi di 193 negara, termasuk Indonesia.

“Kami terus giat memberikan edukasi dan pengenalan terhadap konsep asset digital krypto, transaksi digital desentralisasi. EDC kepada khalayak umum yang ingin belajar Iebih lanjut mengenai asset digital kripto yang kami jalankan,” ujarnya saat perayaaan HUT ke-3 EDCCASH di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (01/09/2019).

Baca Juga :  Panglima TNI: Ekonomi Kerakyatan Kekuatan Besar Bangsa Indonesia



Abdulrahman Yusuf juga menjelaskan, hingga hari ini, EDC Blockchain with EDC Cash telah memiliki 7.000 lebih mitra yang tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia. Kegiatan komunitas EDC Cash di antaranya adalah menambang asset digital crypto EDC Blockchain.

“Teknologi di balik EDC Blockchain berdasarkan perpaduan antara algoritma mining LPos dan menggunakan protokol BitShares 2.0 Graphene. Berdasarkan data dari CoinMarketCap.com, komunitas global EDC telah mencapai lebih dari 1 juta anggota,” katanya.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Bertemu Rapper Rich Brian di Istana Bogor

Para anggota harus membeli koin sebesar Rp 5 juta untuk menggunakan aplikasi EDC Cash ini. Sementara itu, pembelian awal per koinnya Rp 70 ribu. “Jadi dibagi saja berapa dapat koinnya dengan biaya Rp 5 juta. Contoh transaksi kirim, dan diperjualbelikan di antara member. Coinnya criptocurrency,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, EDCCASH menawarkan solusi fix rate Rp 15.000 per koin dan Rp 20.000 per koin bagi anggotanya untuk memperdagangkan aset koinnya. “Jadi, jika kita menjual koinnya Rp 15.000 per koin kalau kita butuhkan dan Rp 20.000, kalau ada orang yang mau membeli sama kita. Jadi supply demand saja prinsipnya,” pungkas Abdulrahman.(Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *