Pedoman Pembentukan Komite Sekolah Sesuai Permendikbud No. 75/2016

Bogor, Kabar Negeri

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2016 disebutkan bahwa Komite Sekolah adalah lembaga mandiri yang beranggotakan orangtua/wali peserta didik, komunitas sekolah, serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan. Komite Sekolah sendiri harus berkedudukan di setiap Sekolah yang memiliki fungsi untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan, secara gotong royong, demokratis, mandiri, profesional, dan akuntabel.

Dalam membentuk Komite Sekolah masyarakat atau sekolah harus memastikan Anggota Komite Sekolah terdiri dari unsur orang tua atau wali dari siswa yang masih aktif di Sekolah paling banyak 50%, tokoh masyarakat paling banyak 30%, tokoh masyarakat yang dimaksud antara lain, memiliki pekerjaan dan perilaku hidup yang dapat menjadi panutan bagi masyarakat setempat dan, atau anggota/pengurus organisasi atau kelompok masyarakat peduli pendidikan, tidak termasuk anggota/pengurus organisasi profesi pendidik dan pengurus partai politik.

Baca Juga :  Ini Kata Camat Soal Program ESDM di Desa Sinarsari



Selain itu yang dapat menjadi Anggota Komite adalah pakar pendidikan paling banyak 30%, yang disebut pakar pendidikan dalam hal ini antara lain, pensiunan tenaga pendidik dan, atau orang yang memiliki pengalaman di bidang pendidikan. Persentase tersebut menjadi batas maksimal sampai dengan jumlah anggota memenuhi 100% disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.

Anggota Komite Sekolah juga harus berjumlah paling sedikit 5 orang dan paling banyak 15 orang, namun Anggota Komite Sekolah tidak boleh berasal dari unsur pendidik dan tenaga kependidikan dari Sekolah yang bersangkutan, penyelenggara Sekolah yang bersangkutan, pemerintah desa, forum koordinasi pimpinan kecamatan, forum koordinasi pimpinan daerah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan, atau pejabat pemerintah/pemerintah daerah yang membidangi pendidikan.

Baca Juga :  Kecamatan Tenjolaya Gelar Sosialisasi Bintek Tata Cara Penilaian dan Pembobotan Calon Kepala

Selain itu Anggota Komite Sekolah harus dipilih secara akuntabel dan demokratis melalui rapat orangtua atau wali siswa. Susunan kepengurusan Komite Sekolah ini terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara yang dipilih dari dan oleh anggota secara musyawarah mufakat dan, atau melalui pemungutan suara. Pengurus Komite Sekolah juga harus ditetapkan oleh kepala Sekolah.

Ketua Komite Sekolah juga harus diutamakan berasal dari unsur orangtua atau wali siswa aktif, sedangkan Sekolah yang memiliki siswa kurang dari 200 orang dapat membentuk Komite Sekolah gabungan dengan Sekolah lain yang sejenis. Namun Pembentukan Komite Sekolah gabungan harus difasilitasi oleh dinas pendidikan sesuai kewenangannya. Pengurus Komite Sekolah sebagaimana juga tidak boleh merangkap menjadi pengurus pada Komite Sekolah lainnya.

Disamping itu Komite Sekolah yang telah ditetapkan oleh kepala Sekolah harus menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD dan ART). AD dan ART tersebut paling sedikit harus memuat nama dan tempat kedudukan, dasar, tujuan dan kegiatan serta keanggotaan dan kepengurusan, selanjutnya juga harus memuat hak dan kewajiban anggota dan pengurus, keuangan, mekanisme kerja dan rapat-rapat, perubahan AD dan ART dan pembubaran organisasi.

Baca Juga :  Ini Sebabnya, PWRI Kab. Bogor Jadi Sorotan Wartawan Kota

Masa jabatan keanggotaan Komite Sekolah ini paling lama 3 tahun dan dapat dipilih kembali untuk 1 kali masa jabatan, namun Keanggotaan Komite Sekolah dapat berakhir apabila mengundurkan diri, meninggal dunia tidak dapat melaksanakan tugas karena berhalangan tetap atau dijatuhi pidana karena melakukan tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.(Redaksi)

One thought on “Pedoman Pembentukan Komite Sekolah Sesuai Permendikbud No. 75/2016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *