Statistik Artikel Berita 233 views

Mekanisme Pengembangan Perpustakaan Sekolah, Sesuai Permendikbud No.3/2019

Bogor, Kabar Negeri

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 3 Tahun 2019 mengatur 10 Komponen Pembiayaan dalam penggunaan Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) salah satunya Pengembangan Perpustakaan, yang masuk dalam kriteria dalam komponen tersebut adalah Penyediaan Buku Teks Utama, Penyediaan Buku Teks Pendamping dan Penyediaan buku nonteks.

Dalam aturan tersebut Penyediaan Buku Teks Utama harus sesuai dengan kurikulum yang digunakan, dengan rasio 1 buku untuk tiap peserta didik pada tiap mata pelajaran, Buku teks utama bagi guru sesuai kebutuhan buku mata pelajaran sesuai kelas yang diajarkan dan buku teks utama bagi kepala Sekolah untuk semua mata pelajaran.

Baca Juga :  Diduga Hendak Tauran, 25 Siswa SMP Dirazia Polsek Dramaga



Harga buku teks utama mengacu kepada HET (Harga Eceran Tertinggi) yang telah ditetapkan oleh Kementerian sesuai Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Kepmendikbud) Republik Indonesia (RI) Nomor 173/P/2017, Tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Buku Teks Pelajaran. Buku teks utama yang dibeli oleh Sekolah juga harus melalui BSE (Buku Sekolah Elektronik) dan harus dijadikan pegangan oleh guru dalam proses pembelajaran di Sekolah, buku teks utama ini juga digunakan sebagai buku teks utama pembelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks utama dari Kementerian.

Selain itu yang dimaksud Pengembangan Perpustakaan juga adalah Penyediaan Buku Teks Pendamping bagi peserta didik dan guru sesuai dengan kurikulum yang digunakan. Buku teks pendamping dibeli untuk memenuhi kebutuhan tiap mata pelajaran, Buku teks pendamping yang perbolehkan dibeli Sekolah adalah merupakan buku teks pendamping yang telah dinilai oleh Kementerian sesuai dengan Kepmendikbud RI Nomor 93/P/2019 tentang Penetapan Buku Teks Pendamping Pendidikan.

Baca Juga :  Semarak Turnamen Bola Basket Suryakancana Cup I

Disamping itu Penyediaan buku nonteks juga adalah bagian dari Pengembangan Perpustakaan, Sekolah dapat membeli atau menyediakan buku nonteks untuk mendukung proses pembelajaran di Sekolah, buku nonteks yang dibeli harus mengacu kepada aturan yang ditetapkan oleh Kementerian.

Dalam Permendikbud Nomor 3 Tahun 2019 juga diatur Pembelian buku teks dan buku nonteks maksimal 20% dari dana BOS Reguler yang diterima, Pembelian buku teks pendamping dan buku nonteks dilakukan apabila kebutuhan buku teks utama bagi peserta didik, guru, dan kepala Sekolah di Sekolah telah terpenuhi.

Baca Juga :  Puskesmas Beji Kota Depok Tetap Buka 24 Jam

Pembelian buku teks pendamping dan buku nonteks dilakukan melalui sistem katalog elektronik, dalam hal pembelian melalui sistem katalog elektronik tidak dapat dilakukan, maka pembelian buku teks pendamping dan buku nonteks dilakukan melalui mekanisme PBJ (pengadaan barang dan jasa) Sekolah.(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *