209 views

Misteri Dibalik Indahnya Curug Ciputri TNGHS II

Bogor, Kabar NegeriLetak Curug Ciputri yang berada di wilayah kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) II Desa Tapos 1, Kecamatan Tenjolaya, Objek wisata tersebut saat ini dikelola badah hukum Koprasi yang beranggotakan Masyarakat Sekitar area.

Dibalik suasana sejuk, asri juga pesona Curug Ciputri yang memukau bagi siapa saja yang mengunjunginya, terdapat persoalan selain baru beberapa hari tidak turun hujan aliran air Padalarang 1 menjadi kering, juga beredar kabar akan di kelola perusahaan Swasta. Kini Isyu tersebut menjadi nyata, terbukti dengan adanya undangan yang di layangkan pihak TNGHS II kepada masyarakat sekitar yang dianggap memiliki persoalan Hukum yang harus segera di selesaikan.Hal ini di benarkan Saiban,”Betul saya dapat Undangan dari pihak Taman Nasional, agar pada hari itu saya di haruskan hadir di kantor Kecamatan,” terangnya. Ketika ditannyakan terkait subtansi undangan tersebut, Saiban menyampikan, “masalah bangunan rumah saya mas, menurut pihak Taman Nasional rumah saya berdiri diatas tanah lahan milik Taman Nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Panitia Pilkades Babakan, Tetapkan 3 Calon Kades



“Saya sih gak merasa ngerebut atau merampas hak Taman Nasional, saya beli ke masyarakat dan buktinya juga ada dan bukti itu di tanda tangani selain oleh penjula dan ahli waris juga ada stample Desa dan di tandatangani Kepala Desanya, artinya saya orang bodo jangan di bodoh bodohin lagi, mangkanya pas nanti di kantor kecamatan nanti apakah kepala Desa dan si penjula juga ahli waris yang ikut di undang gak!,” pungkasnya bernada kesal.Setelah undangan dilayangkan itu, barulah masyarakat memiliki pandangan bahwa persoalan ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata, walau sebelumnya mereka merasa tidak tau menahu lantaran tidak ada sosialisasi yang dilakukan baik dari TNGHS II apalagi dari pihak Perusahaan swasta tersebut, hal ini di ungkapkan BA (56) yang namanya enggan di publikasikan. “Waduh ini jangan dianggap sebelah mata nih, ternyata beneran ini, kok aneh ya kenapa gak ada sosialisasi ke masyarakat sekitar objek wisata ini ya,” pungkasnya.(Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *