C1 Di Pasirkuda Berbeda Dengan Real Count KPU

Bogor, Kabar Negeri

Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres) No. 02 Prabowo-Sandi unggul di Kota Bogor, Jawa Barat berdasarkan Real Count Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam Website resmi KPU tersebut pasangan No. 02 mendapatkan 74,27% dan pasangan No.01 Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 25,73% suara, hasil yang mereka dapatkan berdasarkan Update 21 April 2019 Pukul 18.00 dengan Progress 366 sekitar 11.4% dari 3.209 TPS yang ada di Kota Bogor.

Namun didapati beberapa TPS yang suaranya memang tidak sesuai antara data C1 dan hasil Real Count KPU diantaranya adalah TPS 02 dan TPS 07 di Kelurahan Pasirkuda, Kecamatan Bogor Barat. Dari hasil C1 di TPS 02 didapatkan pasangan Capres dan Cawapres No.01 Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 71 suara dan No.02 Prabowo-Sandi mendapatkan 129 suara dengan 2 suara tidak sah.

Baca Juga :  134 ODGJ Paska Rawat Siap Jalani Kontrol Rawat Jalan

Sedangkan dalam Real Count KPU Pasangan Capres dan Cawapres No.01 memperoleh suara yang sesuai dengan C1 namun pasangan No.02 berubah menjadi 127 suara, berkurang 2 suara dari total suara yang didapatkan di TPS 02 Kelurahan Pasirkuda. Sementara itu di TPS 07 sesuai C1, Capres dan Cawapres No.01 mendapatkan 44 suara dan Capres dan Cawapres No.02 Prabowo-Sandi mendapatkan 165 suara.



Sedangkan dalam Real Count KPU, pasangan No.01 mendapatkan suara sesuai dengan data C1 sedangkan Capres dan Cawapres No.02 Prabowo-Sandi hanya mendapatkan 65 suara, sehingga didapati ada selisih 100 suara yang tidak masuk dalam Real Count KPU.

Baca Juga :  TeRuCi & Virgo Gelar Bukber Yatim Yayasan Satu Benih

Sementara itu saat dikonfirmasi Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin, S.Hut., M.Si membenarkan bahwa dirinya juga mendapatkan beberapa info yang sama dari sumber yang lain, “segera kita tindaklanjuti informasi tersebut,” katanya, Minggu (21/04/2019) Pukul 18.36, melalui pesan WhatsApp.

Selain itu Samsudin juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut disebabkan adanya kesalahan penulisan atau pengisian dari KPPS yang mungkin sudah kelelahan bekerja di TPS.

“Sementara SOP operator Situng adalah hanya menginput data sesuai C1 dari KPPS dan tidak melakukan pembetulan (diisi apa adanya),” katanya melaui pesan WhatsApp.

Baca Juga :  Bansos Terdampak Covid-19, Bima Arya : Kita Akan Terus Sempurnakan

Samsudin juga menerangkan Sementara pembetulan data akan dilakukan dalam rapat pleno PPK ditingkat Kecamatan yang dihadiri oleh Panwascam dan saksi dari peserta Pemilu.



“KPU memastikan agar perolehan suara di TPS sesuai atau tidak berubah pada rapat pleno PPK ditingkat Kecamatan, karena hasil pleno tersebut lah Hasil Yang Resmi,” katanya.

Samsudin juga mengatakan bahwa rapat Pleno PPK di 6 Kecamatan masih berlangsung sejak 19 April 2019. Sesuai jadwal mereka harus menyelesaikan proses rekap tersebut hingga 4 Mei 2019.(Randi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *