770 views

Leasing PT. U Finance Indonesia di Somasi Korban Pencatutan Data

Bogor, Kabar Negeri

Perusahaan pembiayaan PT. U Finance Indonesia, Tebet, Jakarta dan seorang oknum bernama Dudi Septiawan alias Sancang, mendapatkan somasi oleh Luddie Adhi Buono dan Eldion Sanada warga Bekasi, yang diduga telah menjadi korban penipuan dan pemalsuan atau pencatutan data untuk kredit satu unit mobil mini bus yang dibelinya secara cash dari Sancang warga Kota Depok.

Luddie dan Eldion melalui kuasa hukumnya di Lembaga Bantuan Hukum Awalindo Kabupaten Bogor, melayangkan teguran hukum (somasi) kepada PT. U Finance Indonesia Tebet Jakarta dan oknum yang bernama Sancang karena merasa membeli mobil secara cash dan tidak pernah sama sekali melakukan kredit di PT. U Finance Indonesia, terhadap satu unit mobil miliknya merk Honda Mobilo B …. KKM, tahun keluaran 2018. Ia juga melayangkan surat kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), KEMEN KEU, Kepolisian, YLKI, Pers maupun ke pihak-pihak terkait lainnya).

Baca Juga :  POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN SIAP DILAUNCHING

Sejauh ini pihak U Finance Indonesia tetap menyatakan pihak Luddie atau Eldion namanya tercatat sebagai debitur yang memiliki tunggakan cicilan dan harus segera melakukan pembayaran.

Masalah ini timbul bermula dari tawaran Sancang kepada Luddie untuk menjual mobil Honda BRV baru seharga Rp 200.000.000,-. Harga Mobil Honda BRV baru seharga itu, menurut Sancang kepada Luddie karena dia sedang mendapat discount khusus yang lebih besar dari salah satu dealer di bilangan Cinere Depok.

Maka Luddie memberitahu kepada adik iparnya Eldion Sanada jika ada mobil baru Honda BRV sedang diskon seharga dua ratusan juta. Karena Eldion berminat, maka Luddie membeli mobil yang ditawarkan Sancang secara cash dengan cara mentransfer bertahap 3 X dan membayar tunai 1X hingga sejumlah Rp 200.000.000,-. disinilah mulai timbul masalah baru, yang tadinya Sancang menawarkan Honda BRV, namun dengan berbagai alasan, pada kenyataannya yang diberikan Sancang adalah satu unit mobil Honda Mobilio dan BPKBnya di janjikan Sancang 3 bulan kedepan keluarnya.

Baca Juga :  Meriahkan Hari Pramuka, Kwarran Dramaga Gelar Kanira

Sementara itu, Abu Yazid, direktur LBH AWALINDO Kabupaten Bogor menegaskan, somasi itu dilayangkan sebagai ajakan kepada pihak U Finance Indonesia untuk duduk bersama mengklarifikasi kasus dugaan pemalsuan/pencatutan data tersebut dan Sancang agar bertanggung atas kewajibannya menyerahkan BPKB mobil yang dibeli Luddie darinya.

“Klien kami sudah dirugikan secara Materi, nama baik, reputasi, kolektabilitasnya di lingkungan perbankan, dan lain-lain. U Finance Indonesia harus menjelaskan kelalaian yang sudah mereka lakukan sehingga melahirkan kerugian bagi klien kami dan memberikan keuntungan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Yazid kepada Media, Kamis (04/04/2019)

Baca Juga :  30 Karyawan CV. KS Garmindo Tuntut Haknya, Rudi Hartono : GMBI Cibinong Siap Membantu

Yazid juga mengingatkan, “dalam kasus semacam ini pihak U Finance Indonesia jangan lagi melakukan intimidasi dan ancaman-ancaman kepada Luddie atau Eldion , klien LBH AWALINDO dengan cara mengirim debcolektor, hormati upaya-upaya hukum yang sedang ditempuh masyarakat. Cara-cara premanisme tidak akan menyelesaikan masalah dan akan menambah masalah baru,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *