202 views

Diduga Rutilahu Situ Udik Rp. 7,5 Juta & Tak Tapat Sasaran

Bogor, Kabar Negeri
Keadilan Sosial yang diamanatkan dalam Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 ternyata masih belum terwujud secara utuh, pasalnya masih banyak masyarakat yang belum menikmati rumah yang layak huni, sedangkan komplek perumahan bahkan rumah-rumah megah berdiri kokoh berdampingan dengan mereka.

Hal ini juga diduga terjadi di Wilayah Desa Situ Udik, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, yang sedang berkembang sehingga banyak rumah-rumah yang dinilai megah bahkan komplek perumahan pun mulai merambah ke wilayah tersebut.

Disamping itu pemerintah Daerah terus memberikan bantuan secara berkala kepada masyarakat melalui Pemerintah Desa, berupa program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang bersumber dari APBD tahun 2018 sebesar Rp. 10 Juta per Rumah yang saat ini sudah terealisasi tahap satu 2018, sebagai wujud perhatian Pemerintah Daerah kepada Masyarakat yang notabane memiliki rumah tidak layak huni.

Namun meski Pemerintah Daerah sudah memberikan perhatian kepada Rumah Tidak Layak Huni, ternyata banyak yang menilai bahwa program tersebut tidak tepat sasaran, hal itu juga diungkapkan oleh salah satu pengurus lingkungan di wilayah Desa Situ Udik.

Baca Juga :  Korcam Pendamping PKH Sukajaya Bantah TKSK Bersinergi

“Saya juga aneh ko yang dapat bantuan Rutilahu malah yang kerusakan rumahnya masih ringan, sedangkan diwilayah saya ada yang kerusakannya sangat parah,” katanya, Kamis (29/11/2018)

Disamping itu pengurus lingkungan itu juga mengungkapkan bahwa, bantuan Rutilahu yang diberikan kepada masyarakat itu berkisar Rp. 7,5 Juta, meski pihaknya mengetahui bahwa bantuan yang terkucur dari Pemerintah Daerah adalah Rp. 10 Juta.

“Kalo dihitung dari 8 rumah yang mendapatkan Rutilahu di wilayah saya, masing-masing mendapatkan Rp. 7,5 Juta, tapi kalo denger-dengar mah bantuannya Rp. 10 Juta dari Pusat,” ungkapnya.

Pengurus lingkungan juga menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan tersebut dilakukan dengan cara pengambilan barang, jika kebutuhan masyarakat untuk memperbaiki rumahnya kurang dari Rp. 7,5 Juta, maka kelebihannya akan diberikan kepada masyarakat.

“Itu masyarakat ambil ke matrial dengan bukti Bon pembelian yang diberikan oleh desa, tapi kalo pengambilanya kurang dari Rp. 7,5 Juta nanti sisa uangnya diberikan kepada masyarakat yang dapat,” katanya.

Baca Juga :  Apresiasi Pendamping PKH Mensos Janjikan Study Banding ke Luar Negeri

Pengurus lingkungan juga mengatakan bahwa untuk upah pekerja semua ditanggung olah penerima manfaat, tanpa memdapatkan bantuan lain dari desa. “Untuk pembayaran pekerja kita tanggung sendiri dari uang Rp. 7,5 itu,” pungkasnya.

Disamping itu Kepala Desa Setu Udik, Enduh Nuhudawi membatah bahwa bantuan Rutilahu yang disampaikan hanya berkisar Rp. 7,5 Juta, pasalnya untuk Desa Situ Udik menurutnya bantuan yang disalurkan Variatif namun tidak kurang dari Rp. 8 Juta.

“Nilai itu salah Rp. 7,5 Juta, sebetulnya ada lebih sampai Rp. 9 Juta, karena kebutuhanya Variatif, tapi tidak kurang dari Rp. 8 Juta,” ujarnya, Rabu (06/12/2018) dikantornya.

Kepala Desa Juga mengatakan bahwa, jika kebutuhan pembangunan Rumah kurang dari Rp. 8 Juta maka sisanya akan disimpan di Kas Desa, namun setelah kebutuhan terpenuhi uang akan langsung diberikan kembali kepada masyarakat penerima manfaat.

“Jadi jika kebutuhanya kurang dari 8 juta kita simpan dulu sisanya, karena ditakutkan ada kebutuhan tambahan matrial, namun jika semua sudah cukup sisa uang tersebut kita berikan langsung ke masyarakat penerima manfaat,” ujarnya, yang juga mengklem menjadi pelopor Pembangunan Rutilahu Nasional, dengan program Rereongan Sarumpi Rp. 100.

Baca Juga :  Pangdam III/Slw Kunjungi Koramil 2123/Cigombong-Cijeruk.

Selain itu Kepala Desa juga mengatakan bahwa, untuk upah pekerja ditanggung oleh dana tersebut hingga selesai, Kepala Desa juga menerangkan bahwa, sebulan sebelum turunnya bantuan Rutilahu pihak Pemerintah Desa sudah mensosialisasikan program tersebut kepada masyarakat penerima manfaat.

“Untuk pekerja kita tanggung upahnya hingga rumah selesai. Selain itu sebulan sebelum bantuan turun kita sosialisasikan pada masyarakat, lalu mereka kita undang dan disitu dijelaskan oleh pihak Kecamatan hingga kabupaten terkait teknis program tersebut,” katanya.

Kepala Desa juga menambahkan bahwa, dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan bahwa bantuan Rp. 10 Juta dan dipotong pajak 11,5 %, “berarti jumlahnya sekian, kemudian kita sampaikan untuk masyarakat penerima manfaat segera siap-siap karena anggaran tidak akan mencukupi,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *