PJJ & SMA Terbuka Wujud Nyata Peningkatan Taraf Pendidikan Masyarakat

Bogor, Kabar Negeri
Pendidikan jarak jauh (PJJ) dinilai menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia. Mengingat, APK pendidikan tinggi saat ini masih berada pada angka 32,5 persen. Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan SMA/SMK terbuka merupakan program Nasional yang kemudian dialih kelolakan ke Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017. Demikian disampaikan Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, Asep Sudarsono saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (10/10/2018).

Asep Juga menyampaikan, sistem pendidikan termasuk PJJ harus mampu beradaptasi, dengan merancang terobosan dan program yang seirama dengan perkembangan zaman, “adapun tujuannya adalah untuk mendekatkan tempat belajar ke tempat tinggal siswa, dimana usia, masih banyak disaat usia sekolah tapi tidak bersekolah,” terangnya.

Baca Juga :  PDAM Tirta Kahuripan Terkesan Tidak Transparan, Pelaksana Diduga Kangkangi Aturan

Asep juga mengarakan bahwa biaya PJJ itu gratis, asalkan peserta didik mau ikut kegiatan belajar agar mereka bisa memiliki ijazah sesuai sekolah induk, hanya jam belajarnya saja yang berbeda, karena dilaksanakan hanya dua kali dalam seminggu, yaitu hari Sabtu dan minggu, “tetapi materi pembelajaran sama dengan sekolah formal namun mereka untuk mengisi jam kosongnya belajar melalui media, digital secara online, kemudian untuk peserta didik sementara ini mayoritas didominasi karyawan, dengan jumlah siswa minimal 20 orang dan usia maksimal 21 tahun,” katanya.

Baca Juga :  Ditengah Pandemi Covid-19 SMK Negeri 1 Bogor Tetap Berprestasi

Asep juga mengatakan bahwa SMK 2 Padalarang merupakan Pioner atas PJJ di Jawa Barat, yang sudah enam tahun melaksanakan PJJ, yang kemudian dialih kelolakan ke Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017, dan di sebar ke seluruh wilayah di Jawa Barat, “diantaranya Kabupaten Bogor, untuk di Bogor peserta didik terbanyak yaitu PJJ SMK 1 Dramaga,” terangnya.

Baca Juga :  Wow !!!, Muncul Lagi Proyek Gak Jelas Kini di UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah III

Asep juga berharap agar warga Kabupaten Bogor yang putus sekolah pada usia sekolah dapat mengikuti PJJ atau SMA Terbuka, selain nantinya akan memiliki ijazah, juga untuk menambah wawasan, guna meningkatkan SDM dan dapat mencari pekerjaan yang lebih baik dengan ijazah yang sama dengan pendidikan formal atau sekolah induknya, “agar bisa seimbang antara IPTEK dan IMTAQ yang dimilikinya” Pungkas Asep. (Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *